"Bencana di Sumatera Barat terjadi lagi, aku hanya bisa berdo'a dan pasrah. Semoga keluarga minang yang terkena musibah, ditabahkan hatinya dan dilapangkan dadanya."
Senin malam yang bertepatan tanggal 26 Oktober 2010, sepulang kuliah malam, aku kembali menuju kos-an. Rasa penat menjalar di sekujur tubuhku. Sudah seharian aku beraktivitas, setelah itu ku mencoba belajar kembali pada mata kuliah yang ku ikuti.
Menuju pukul 10 malam, ku rasakan lantai kos bergoyang. Ku coba tidak panik, mmmm,,, mungkin hanya sebentar pikirku. Tetapi goyangan tersebut sedikit membuat ku panik, dan langsung berlarian keluar kos. Semua penghuni kos juga ikut keluar. Mereka kelihatan cemas sekali, mereka takut akan terjadi tsunami.
Ku mencoba menenangkan mereka,, padahal ku juga panik. hehehe
Akhirnya, setelah menunggu 15 menit di luar kos, ku coba pergi ke kamar dan melihat berita di TV nasional. Ternyata goyangan tadi adalah gempa yag berpusat di kepulauan mentawai dan dinyatakan oleh BMKG kalau penduduk Sumatera Barat harus waspada (ancaman tsunami).
Gelisah, gelisah, gelisah,
Ku coba sms ayah dan erik. Jaringan error,,,,
Setengah jam kemudian, BMKG menyatakan ancaman tsunami telah berakhir. hufht,, leganya...
Akhirnya Ibu menelpon pakai telpon ayah,, menanyakan keadaan ku. Syukur alhamdulillah mereka dalam keadaan baik. Tinggal erik yang berada di indarung belum tahu kabarnya bagaimana. Setelah menerima telpon ibu, erik sms dan menanyakan keadaanku. Syukur alhamdulillah, dia juga keadaan baik dan sehat. Lucunya, dia tidur pada saat gempa dan tidak merasakan goncangan yang lumayan tersebut. ckckckck...
Teman sekamar ku Mayang merasa gelisah, lucu sekali, dia mencoba mencari pakaian, tas, dokumen penting untuk berjaga-jaga. Katanya, kalau terjadi gempa dahsyat, kita bisa langsung bergegas pergi tanpa membuang waktu menyiapkan barang yang akan di bawa. mmmm,,, betul juga,, mayang mendesakku untuk melakukannya juga. Aku malas sekali melakukannya,, ku harus mengerjakan tigas kuliah yang harus dikumpul esoknya. Untuk menenangkan hati mayang, ku turuti maunya. hehehe (walaupun terpaksa)
Mata mulai mengantuk, Tugas kuliah belum selesai.
zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz..............
Ternyata pukul 3 dini hari terjadi juga gempa,, aku sudah tertidur. untungnya gempa susulan yang kecil. Alhamdulillah,,
Senin malam yang bertepatan tanggal 26 Oktober 2010, sepulang kuliah malam, aku kembali menuju kos-an. Rasa penat menjalar di sekujur tubuhku. Sudah seharian aku beraktivitas, setelah itu ku mencoba belajar kembali pada mata kuliah yang ku ikuti.
Menuju pukul 10 malam, ku rasakan lantai kos bergoyang. Ku coba tidak panik, mmmm,,, mungkin hanya sebentar pikirku. Tetapi goyangan tersebut sedikit membuat ku panik, dan langsung berlarian keluar kos. Semua penghuni kos juga ikut keluar. Mereka kelihatan cemas sekali, mereka takut akan terjadi tsunami.
Ku mencoba menenangkan mereka,, padahal ku juga panik. hehehe
Akhirnya, setelah menunggu 15 menit di luar kos, ku coba pergi ke kamar dan melihat berita di TV nasional. Ternyata goyangan tadi adalah gempa yag berpusat di kepulauan mentawai dan dinyatakan oleh BMKG kalau penduduk Sumatera Barat harus waspada (ancaman tsunami).
Gelisah, gelisah, gelisah,
Ku coba sms ayah dan erik. Jaringan error,,,,
Setengah jam kemudian, BMKG menyatakan ancaman tsunami telah berakhir. hufht,, leganya...
Akhirnya Ibu menelpon pakai telpon ayah,, menanyakan keadaan ku. Syukur alhamdulillah mereka dalam keadaan baik. Tinggal erik yang berada di indarung belum tahu kabarnya bagaimana. Setelah menerima telpon ibu, erik sms dan menanyakan keadaanku. Syukur alhamdulillah, dia juga keadaan baik dan sehat. Lucunya, dia tidur pada saat gempa dan tidak merasakan goncangan yang lumayan tersebut. ckckckck...
Teman sekamar ku Mayang merasa gelisah, lucu sekali, dia mencoba mencari pakaian, tas, dokumen penting untuk berjaga-jaga. Katanya, kalau terjadi gempa dahsyat, kita bisa langsung bergegas pergi tanpa membuang waktu menyiapkan barang yang akan di bawa. mmmm,,, betul juga,, mayang mendesakku untuk melakukannya juga. Aku malas sekali melakukannya,, ku harus mengerjakan tigas kuliah yang harus dikumpul esoknya. Untuk menenangkan hati mayang, ku turuti maunya. hehehe (walaupun terpaksa)
Mata mulai mengantuk, Tugas kuliah belum selesai.
zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz..............
Ternyata pukul 3 dini hari terjadi juga gempa,, aku sudah tertidur. untungnya gempa susulan yang kecil. Alhamdulillah,,
Komentar
Posting Komentar